Profil STIKes Tuanku Tambusai Bangkinang

SEJARAH RINGKAS

STIKes Tuanku Tambusai Bangkinang adalah lembaga pendidikan tinggi (perguruan tinggi) yang berada dalam naungan Yayasan Pahlawan Tuanku Tambusai Riau. Kendatipun nama STIKes baru ada sejak Tahun Akademik 2006/ 2007, sesuai izin Dikti nomor 105/D/0/2006, tertanggal 19 Juni 2006, pada dasarnya STIKes adalah merupakan penyatuan dari dua akademi keperawatan (berdiri sejak 1996) dan Akademi Kebidanan (sejak 2003).

Sejak berdirinya Akademi Keperawatan, Akademi Kebidanan, serta S1 Keperawatan, keberadaannya, kontribusi STIKes Tuanku Tambusai Bangkinang dalam menghasilkan ahli madya keperawatan dan kebidanan sangat membantu pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kampar khususnya, dan Provinsi Riau umumnya, terutama dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dan siap kerja.

Mengingat pentingnya keberadaan STIKes dimaksud dan atas pertimbangan kebutuhan akan tenaga-tenaga kesehatan yang memiliki pengetahuan dan keahlian tinggi dalam bidangnya, maka mulai tahun 2008/2009, sudah dipersiapkan rencana pengembangan ke bidang bidang kesehatan lainnya. Akademi Keperawatan pada awalnya dipimpin oleh seorang direktur nama dr. Emdas Yahya (1996-2003), kemudian direktur periode berikutnya adalah M. Nizar Syarif Hamidi, A.Kep (2003-2006). Sedangkan direktur akademi kebidanan pada awalnya dipimpin oleh direktur Elmia Kursani, S.ST (2003-2006). Sedangkan ketua STIkes pada periode awalnya adalah dr. Emdas Yahya (2006-2007), kemudian dipercayakan kepada Asniati, A.Kep., M.Kes (2000-sekarang). Ketua Stikes dibantu oleh dua orang pembantu ketua, yaitu Ns. Ratu Kusuma, S.Kep., M.Biomed (Puket I), dan Musmulyadi, SKM. (Puket II).

Dengan disatukannya antara kedua akademi tersebut kedalam STIkes, maka pimpinan tertinggi pada setiap prodi adalah ketua program studi. Ketua Prodi saat ini (2009) adalah M. Nizar Syarif, Hamidi, A.Kep (D3 Keperawatan), Syukrianti Syahda, S.ST (D3 Kebidanan), dan Ns. M. Nurman, S.Kep (S1 Keperawatan).

LANDASAN, VISI, MISI, DAN TUJUAN

Landasan

Landasan pengembangan STIKes Tuanku Tambusai Bangkinang adalah  ketentuan-ketentuan yang berkaitan secara langsung maupun tudak langsung dengan bidang pendidikan dan kesehatan, yaitu sebagai berikut :

  1. Undang-Undang Pendidikan Nasional
  2. Undang-Undang Kesehatan No. 23 tahun 1992
  3. Statuta STIKes Tuanku Tambusai Bangkinang

Visi / Misi

Visi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tuanku Tambusai Bangkinang adalah Menempatkan diri sebagai lembaga pendidikan tinggi kesehatan harapan  masyarakat Indonesia menuju tahun 2015, menghasilkan lulusan dengan kompetensi prima dan berdaya saing tinggi pada skala persaingan dunia kerja Nasional. Sedangkan Misi STIKes Tuanku Tambusai Bangkinang adalah :

  1. Menghasilkan Lulusan dengan kompetensi prima, melalui proses pembelajaran yang efektif, efisien dan relevan dalam suasa lingkungan akademis yang kuat (strong acedmic environment).
  2. Menghasilkan Lulusan dengan kompetensi prima, melalui kegiatan penelitian keilmuan dan aplikasi dengan memegang teguh kejujuran ademik dan dengan prinsip kemitraan dan berkesinambungan.
  3. Menghasilkan Lulusan dengan kopetensi prima, melalui kegiatan pengabdian masyarakat yang produktif dan efisien, melalui prinsip kemitraan.

Tujuan

Tujuan dari STIKes adalah memberikan kesempatan masyarakat Kampar khususnya dan Riau umumnya, untuk melanjutkan studi pada berbagai program studi dalam bidang kesehatan, sehingga lulus dengan kompetensi prima dan berdaya saing tingga dalam rangka menyehatkan masyarakat.

NAJISKAH MINYAK WANGI?

SOAL : Apa hukum minyak wangi yang bercampur alkohol dipakai di badan atau di pakaian?

JAWAB : Arak dan alkohol itu, menurut Qur’an dan Hadits, sudah tentu haram diminum di Qur’an atau dari Hadits atau dari shahabat-shahabat tidak ada satupun keterangan yang menunjukkan arak itu najis.

Memang ada tersebut dikebanyakan kitab-kitab fiqh mutaakhirin bahwa arak itu najis. Kalau kena kain atau badan, wajib dicuci; dan ada pula dongengan dari orang-orang madzhab Hanafi, bahwa tangan yang kena arak itu, mesti dipotong.

Sekalian itu hanya fikiran orang-orang yang menyangka, bahwa fikiran-fikirannya itu hukum agama.

Boleh jadi mereka sangka, bahwa tiap-tiap yang haram itu hukumnya najis. Tetapi heran kita, mengapa mereka tidak hukumkan racun itu najis, sedang memakan racun itu hukumnya haram?

Ringkasannya:

  1. Arak itu haram diminum. Kalau kita mau gunakan tempat minuman atau tempat makanan yang bekas arak, wajib dicuci dahulu, karena termakan bekasnya itu sama dengan meminum dia.
  2. Tidak ada satupun dalil agama yang mengatakan, bahwa kain, baju atau badan kita, kalau kena arak, wajib dicuci. Lebih lagi tidak ada dalil yang mengatakan tidak sah shalat seseorang yang pakaiannya, badannya atau tempat shalatnya kena arak.

Kalau ada keterangan dari Allah atau Rasul-Nya, mintalah kiyahi-kiyahi (Ustadz) tunjukkan.

BERSENTUH KULIT DENGAN ANJING DAN BABI YANG BASAH

SOAL : Apakah  hukum kalau bersentuh kulit dengan babi atau anjing yang basah, wajibkah disertu?

JAWAB : Adapun babi menurut Qur’an haram dimakan, tetapi tidak ada keterangan yang mengatakan najisnya.

Dengarlah firman Allah :

حرمت عليكم الميتة والدم ولحم الخنزير

Artinya: “Diharamkan atas kamu bangkai, darah dan daging babi.(Al-Maidah: 4)”

Haram itu tidaklah menunjukkan kepada najisnya. Begitu juga arak dan lain-lain barang makanan dan minuman yang haram. Yaitu seperti racun umpamanya, haram dimakan, tetapi tidak najis buat dipegang.

Adapun tentang anjing adalah bersalahan (berselisih) ulama, dengan tiga perkataan:

  1. Mengatakan anjing itu najis sekalian badannya.
  2. Mengatakan suci, sekalian badannya.
  3. Mengatakan najis air liurnya.

Sungguh telah kita nyatakan persalahan(perselisihan) ulama itu, tetapi kita ini disuruh mengikuti Qur’an dan Hadits. Oleh karena itu, kita tidak berani mengatakan ini najis atau tidaknya, sebelum ada keterangan dari Allah atau RasulNya.

Dalam Islam ada asas, bahwa suatu barang itu asalnya suci dan halal, maka tidak harus kita katakan najis atau haram, kalau tidak ada keterangan yang mengharamkan atau yang menajiskan.

Dengarlah firman Allah :

وقد فصـل لكم ما حرم عليكم.

Artinya: “Sesungguhnya Allah telah menyatakan kepada kamu apa-apa yang ia haramkan atas kamu. (Al-An’am: 119)”

Adapun tentang anjing, ada hadits begini:

طهور اناء احدكم اذاولغ فيه الكلب ان يغسله سبع مرات اولاهن بالتراب

Artinya: “Bersihnya bejana salah seorang daripada kamu, apabila dijilat oleh anjing, ialah dicuci tujuh kali, yang mula-mulanya dengan tanah”. (HR. Muslim)

Pendeknya, bahwa babi itu haram atau najis buat dimakan.

Kalau daging babi kena di badan kita, tidak ada keterangan tentang wajib mencucinya. Apaun air yang disisai oleh mulut anjing itu, wajib dibuang, dan tempat air itu wajib dicuci.

Kalau anjing menjilat pakaian atau badan kita tidak ada keterangan tentang wajib mesti dicucinya.

Hukum air tadi tak dapat disamakan dengan badan dan pakaian, karena berlainan jenisnya.

Itu barang cair, dan ini barang keras.

BABI HARAM DIMAKAN TIDAK NAJIS DISENTUH

SOAL : Tersebut di al-Burhan fashal kedua belas, bahwa daing yang haram dimakan itu, tidak najis terkena pada badan dan sebagainya. Betulkah begitu?

JAWAB : Betul begitu. Yakni daging yang haram dimakan itu, kalau kena di badan atau tempat shalat, tidak perlu dicuci, karena yang dikatakan haram dan najis itu, ialah untuk dimakan.

Bab Thaharah..bagian 1

Baik untuk pembahasan pertama, kita masuk ke bab THAHARAH

AIR MULUT ORANG KAFIR

SOAL :      Bolehkah kita bawa shalat pakaian yang diseterika oleh orang Cina dengan pakai semburan air mulutnya lebih dahulu?

JAWAB : Tidak ada satu pun keterangan dari Qur’an atau hadits, yang mengatakan mulut atau air liur orang kafir itu najis, walaupun ia memakan babi.

Oleh sebab itu, sudah tentu pakaian yang digosok dengan semburan air mulutnya itu, tidak najis buat dibawa sembahyang. Tetapi kalau merasa geli atau jijik, itu ada lain perkara.

MUSYRIK TAK NAJIS

SOAL : S. Al-Bara-ah, ayat 28 bunyinya:

انما المشركون نجس

Betulkah artinya itu bahwa orang-orang musyrik itu tidak lain, melainkan najis (badannya)?

Kalau betul, mengapakah dibenarkan kita kawin kepada perempuan Yahudi dan Nasrani?

JAWAB : Betul, ayat itu berarti: Orang-orang musyrik itu tidak lain melainkan najis, tetapi menurut beberapa hadits, teranglah bahwa yang dimaksudkan dengan najis di sini ialah najis i’tiqad, najis perangai, bukan najis badan.

Adapun perempuan Yahudi dan Nasrani itu tidak dipandang najis dan tidak dihukum musyrik oleh Islam.

HUKUM KULIT BANGKAI

SOAL : 1. Tersebut di al-Burhan fasal kesebelas, bahwa kulit bangkai babi atau lain-lainnya, tidak suci, kalau belum disamak. Apa maksudnya?

JAWAB : Maksudnya, bahwa kulit bangkai yang belum disamak itu, hukumnya najis, kalau hendak digunakan taroh air padanya. Tetapi kalau kulit itu kena di badan dan sebagainya, maka yang kena itu, tidak wajib dicuci.

SOAL : 2. Tersebut dalam kitab al-Burhan fasal kesebelas, bahwa semua macam kulit bangkai, walaupun kulit babi, kalau disamak jadi suci. Betulkah begitu?

JAWAB : Betul, kulit itu, jadi suci untuk dipakai buat taroh air minum padanya. Yakni sebelum disamak, kulit bangkai itu tidak boleh digunakan untuk taroh air minum padanya, karena kulit yang belum disamak itu, kalau ditaroh air akan berpisah zat-zat, seperti gemuknya atau lendirnya dari kulit itu ke air.

Maka yang meminum air itu, berarti memakan bangkai.

Adapun kulit yang sudah disamak, kalau kita taroh di air, tidak akan berpisah apa-apa dari kulit itu ke air.

HUKUM SISA MAKANAN ANJING

SOAL : Apa keterangan tentang haram di makan dan di minum sesuatu makanan atau minuman yang disisai oleh anjing?

Kalau tuan bilang, bahwa keterangannya itu hadits yang ke-26, 27, dan 28 dari kitab al-Burhan, yaitu sabda Rasul :

اذا شرب الكلب في اناء احدكم فليغسله سبعا

Artinya: “Apabila anjing meminum di bejana seorang daripada kamu, hendaklah ia cuci akan (bejana) itu tujuh kali.”

Maka kami belum menerima, sebab Hadits itu hanya menyuruh mencuci najis hukmi saja, supaya boleh dipakai bejana itu, bukan supaya boleh dimakan.

JAWAB : Menurut hadits itu dan juga menurut pengakuan tuan, bahwa kita diperintah cuci bejana itu tidak lain, melainkan supaya bisa dipakai bejana itu, yaitu berarti, bahwa sebelum dicuci, tak boleh dipakai bejana itudan teristimewa pula buat diminum.

Maka arti tidak boleh memakai air itu ialah, tidak boleh digunakan buat cuci barang-barang, buat badan dan teristimewa pula buat diminum.

Jadi, di hadits yang tuan belum terima keterangannya itu, sudah ada bagi pertanyaan tuan secukupnya.

Haraplah tuan memperhatikan lagi keterangan-keterangan itu dengan perlahan-lahan. Kalau ada yang masih kurang terang di tentang itu, bolehlah tuan bikin pertanyaan lagi.

Pengantar TANYA JAWAB TENTANG BERBAGAI MASALAH AGAMA

Pada tulisan di blog ini, penulis akan membuat kategori tersendiri mengenai “Tanya Jawab Masalah Agama”. Tulisan ini penulis ambil dari buku “Soal-Jawab” karya A. Hassan cetakan 1968. Seperti dalam pengantar buku ini, penulis tidak akan mengubah kata-kata yang ada di buku ini untuk menjaga keotentikan dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh penanya kepada penulis buku. Sebelum memasuki isi buku, penulis terlebih dahulu menuliskan kata pengantar dalam buku ini.

بسم الله الرحمن الرحيم

Alhamdulillah, setelah kami berusaha dengan susah payah, dengan izin dan bantuan ahli waris Almarhum A. Hassan, terbitlah kitab “SOAL-JAWAB” ini.

Dalam kitab ini akan anda dapati berbagai masalah yang diajukan pembaca kepada majalah “Pembela Islam, al-Lisaan dan al-Fatwa yang dibina oleh A. Hassan dkk. Akan tetapi sistematikanya kami sususn dan kelompokkan menurut jenis masalahnya, dimulai dengan bab Thaharah, kemudian Shalat, Jenazah, Zakat, Shaum, Haji, Nikah dan seterusnya, untuk memudahkan pembaca dalam mencarinya.

Kitab Soal Jawab yang kami terbitkan terdiri dari 3 jilid meliputi bab-bab yang sejenis tapi pokok masalahnya berbeda.

Maksud kami menerbitkan kitab “Soal Jawab” ini semata-mata ingin merangsang, membangkitkan dan menggugah semangat “ijtihad” di kalangan umat Islam. Mudah-mudahan dengan terbitnya kitab ini, umat Islam bangkit dan bergerak meneliti dan mencocokkan segala perilaku dan amal ibadahnya dengan sumber asalnya, yaitu al-Qur’an dan al-Hadits. Dan di samping itu maksud kami untuk memenuhi permintaan dan desakan masyarakat sebagian dapat terpenuhi.

Koreksi, kritik, sorotan, sanggahan terhadap buku ini demi kesucian agama Islam selalu kami nantikan untuk kami sampaikan kepada mereka yang berkompeten untuk menjawabnya.

Dan atas jerih payahnya kami ucapkan banyak-banyak terima kasih semoga Allah membalasnya dengan berlipat ganda.

Mudah-mudahan usaha kami ini mencapai tujuannya dan memperoleh rahmat dan ridha Allah SWT. Amin.

Penerbit,

Bandung, 3 September 1968

Tugas Gizi Nova

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG

Daging adalah komoditi penting sebagai bahan makanan sumber protein hewani. Pada umumnya konsumsi daging berasal dari daging sapi, kambing, kerbau, babi, atau domba. Secara umum, daging sapi, kuda dan kerbau mutunya sama. Daging kuda warna lebih tua daripada daging sapi. Seratnya agak kasar, baunya seperti kemiri. Daging kerbau lebih kasar seratnya daripada daging sapi, warnanya hampir sama dengan daging sapi. Daging kambing dan domba mempunyai warna agak lebih merah, lebih halus daripada daging sapi dan baunya lebih keras. Daging babi keadaannya lebih lunak daripada daging sapi, warnanya lebih merah, serat daging lebih halus dan lebih banyak mengandung lemak.

Kualitas / mutu daging ditentukan dari warna, keempukan, tekstur, flavor dan aroma termasuk bau dan cita rasa, kesan jus daging (juiceness). Disamping lemak intramuskuler, susut masak (cooking loss), yaitu berat sample daging yang hilang selama pemasakan, retensi cairan, PH daging ikut menentukan kualitas daging.

Daging merupakan bahan makanan segar dengan kadar air tinggi. Selain kandungan proteinnya yang lengkap menjadikan media yang cocok untuk pertumbuhan mikroba, karena sifatnya ini daging mudah mengalami kerusakan selama penanganan. Kualitas daging mudah dipengaruhi dari cara penyimpanan dan proses penyembelihan.

Daging unggas merupakan sumber protein hewani yang baik, karena mengandung asam amino essential yang lengkap dalam jumlah yang baik. Selain ini serat-serat dagingnya dan lunak sehingga mudah dicerna.

Daging unggas menghasilkan jumlah kalori yang lebih rendah dibandingkan dengan nilai kalori daging sapi atau babi. Oleh karena itu, daging unggas dapat dipakai sebagai bahan makanan yang baik untuk mengawasi pertambahan berat badan, penyembuhan pada orang sakit dan untuk orang-orang tua yang tidak aktif bekeja lagi. Hidangan daging ayam digunakan sebagai sumber protein dalam diet, yang dimaksudkan untuk mengurangi jumlah kalori yang diterima dalam tubuh.

1.2 TUJUAN

a. Tujuan Instruksional Umum

Setelah mengikuti praktikum ini diharapkan mahasiswa mengetahui mutu daging

b. Tujuan Instruksional Khusus

  • Menyebutkan komposisi daging tersebut berdasarkan potongan
  • Menghitung persentase bagian daging berdsarkan mutu dan kandungan lemaknya
  • Mengetahui sifat fisik daging meliputi warna, tekstur, keempukan secara subjektif

1.3   Alat dan Bahan

a. alat

  • Talenan, baki, piring, mangkok, pisau
  • Kuali, periuk

b. Bahan

  • Daging sapi
  • Daging Kerbau

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 PENDAHULUAN

Daging didefinisikan sebagai urat daging (Otot) yang melekat pada kerangka, kecuali urat daging bagian bibir, hidung dan telinga, yang berasal dari hewan yang sehat sewaktu dipotong. Menurut “ food and Drug administration “, daging merupakan bagian tubuh yang berasal dari ternak sapi, babi, domba yang dalam keadaan sehat dan cukup umur untuk dipotong, tetapi hanya terbatas pada bagian maskulus yang berserat, yaitu yang berasal dari musukulus skeletal atau lidah, diafragma, jantung dan usofagus, tidak termasuk bibir, moncong, telinga, dengan atau tanpa lemak yang menyertainya, serta bagian-bagian dari tulang, urat, urat syaraf, dan pembuluh-pembuluh darah.

Istilah daging umunya dibedakan dari karkas. Perbedaan pengertian daging dengan karkas terletak pada kandungan tulangnya. Daging biasanya sudah tidak mengandung tulang, sedangkan karkas adalah daging yang belum dipisahkan dari tulang/kerangkanya. Hal ini diperjelas dengan pengertian karkas menurut FAO/WHO tahun 1974, yang dimaksud dengan karkas adalah bagian tubuh hewan yang telah disembelih, utuh, atau dibelah sepanjang tulang belakang, dimana hanya kepala, kaki, kulit, organ bagian dalam (jeroan), dan ekor yang dipisahkan.

2.2 DAGING DAN SUSUNAN DAGING

Jaringan tubuh hewan terdiri dari komponen-komponen fisik seperti kulit, jaringan lemak, jaringan otot, jaringan ikat, tulang, jaringan pembuluh darah, dan jaringan syaraf. Jaringan otot, jaringan lemak, jaringan ikat, tulang, dan tulang rawan merupakan komoonen fisik yang utama.

Jaringan otot merupakan komponen yang terbanyak dalam karkas, yaitu 35 sampai 65 persen dari berat karkas atau 35 sampai 40 persen dari berat hewan hidup. Otot ini melekat pada kerangka, tetapi ada yang langsung melekat pada ligament, tulang rawan, dan kulit.

Jaringan otot terdiri dari jaringan otot bergaris melintang, jaringan otot licin, jaringan otot special. Jaringan otot melintang yaitu jaringan otot yang langsung menempel pada tulang. Jaringan otot licin yaitu jaringan otot yang terdapat pada dinding alat-alat jeroan. Sedangkan jaringan otot special yaitu jaringan bergaris melintang yang khusus terdapat pada dinding jantung.

Jaringan lemak yang terdapat pada daging dibedakan menurut lokasinya, yaitu lemak subkutan, lemak intermuskular, lemak intramuscular, dan lemak intracelulair. Jaringan lemak subkutan dipermukaan luar jaringan otot, langsung di bawah permukaan kulit jaringan lemak intermuskuler terletak di antara jaringan otot. Jaringan intramuscular yaitu jaringan lemak di dalam otot di antara serabut-serabut otot. Sedangkan jaringan lemak intracelulair yaitu jaringan di dalam sel.

Jaringan ikat memiliki fungsi sebagai pengikat bagian-bagian daging serta mempertautkannya ke tulang. Jaringan ikat yang penting adalah serabut kolagen, serabut elastin, dan serabut retikulin. Serabut kalogen terutama mengandung protein kalogen yang berwarna putih dan bersifat terhidrolisa oleh panas, banyak terdapat pada tendon (jaringan ikat yang menghubungkan daging dan tulang). Serabut elastin yang komponen utamanya adalah protein elastin, berwarna kuning, tidak terdegradasi oleh panas akan tetapi kehadirannya tidak mempengaruhi kualitas daging karena hanya ada dalam jumlah yang kecil. Adapun serabut retikulin, banyak mengandung protein retikulin yang mempunyai karakteristik mirip kalogen tetapi tidak terhidrolisa oleh panas, banyak terdapat dalam dinding sel / serabut otot. Tulang adalah tempat pertautan daging.

Daging tersusun aras serabut-serabut otot yang sejajar dan terikat bersama-sama oleh suatu jaringan ikat. Bagian luar otot terbungkus oleh membrane transparan yang disebut epimisidium. Lapisan epimisidium ini terdiri dari jaringan ikat yang berupa serabut-serabut kalogen dan elastin.

Pada bagian dalam otot terdapat jaringan iakt yang membentuk sekat-sekat yang menyelubungi sekelompok serabut otot (bundle sekat otot). Sekat-sekat teresebut adalah perimisium yang banyak mengandung urat darah dan urat syaraf. Masing-masing serabut otot dilindungi oleh sebuah membran jarignan ikat yang tipis (endomisium).

2.3 KOMPOSISI HISTOLOGI DAN KIMIA

Daging terdiri dari tiga komponen utama yaitu jaringan otot (muscle tissue), jaringan lemak (adipose tissue) dan jaringan ikat (connective tissue).

Unit structural jaringan otot adalah jaringan sel daging, atau yang biasa disebut serabut otot. Serabut otot terdiri dari miofil-miofil. Miofil tersebut dikelilingi oleh sarkoplasma (sitoplasma) dan dilindungi oleh sarkolema (dinding sel). Selain miofil, di dalam sarkoplasma juga terdapat inti sel, mitokondria, reticulum sarkoplasma, kompleks golgi, glikogen, dan lemak.

Miofil terdiri dari serabut-serabut yagn lebih halus yang disebut miofilamen. Miofilamen terdiri dari dua macam protein yang filament aktin yang tipis dan filament myosin yang tebal.

Kedua filament yang terkenal sebagai unit kontraktil yang berperan pada proses kontradiksi dan relaksasi otot daging. Bagian filament di antara dua garis gelap z yang berdekatan disebut satu sarkomer.

Protein aktin dan myosin ini membentuk filament yang sifatnya berbeda dalam memantulkan cahaya dan dalam menimbulkan segmen isotropic dan anisotropic. Ciri segmen isotropic ditandai dengan adanya daerah  terang yang disebut “band I” dan terbagi dua oleh garis gelap z. Sedangkan segmen anisotropic ditandai dengan adanya daerah gelap yang disebut “band A”, dimana bagian tengahnya terdapat daerah terang H yang terbagi dua oleh daerah gelap psudo H atau garis gelap M.

2.4 MIOGLOBIN

Mioglobin merupakan pigmen yang menentukan warna daging segar. Mioglobin bersifat larut dalam air dan larutan garam encer yang merupakan bagian dari protein sarkoplasma.

Sebuah molekul mioglobin terdiri dari sebuah gugusan hama dan sebuah molekul protein globin. Heme dalam mioglobin disebut feroprotoporfiri, karena terdiri dari sebuah porfirin yang mengandung satu atom besi (Fe). Protein globin merupakan sebuah molekul polipeptida yang terdiri dari 150 buaah asam amino.

Oksigenisasi mioglobin-mioglobin akam membentuk oksimioglobin yang berwarna merah cerah. Reaksi oksidasi besi dalam mioglobin atau oksimioglobin akan mengubah keduanya menjadi metioglobin yang berwarna coklat.

2.5 FOSIOLOGI PASCA MORTEM

Hewan yang baru dipotong dagingnya lentur dan lunak, kemudian terjadi perubahan-perubahan dimana jaringan otot menjadi keras, kaku dan tidak mudah digerakkan. Keadaan ini memerlukan waktu yang cukup lama sampai kemudian menjadi empuk lagi.

Setelah hewan mati, sirkulasi darah terhenti. Hal ini akan menyebabkan fungsi darah sebagai pembawa oksigen terhenti pula, akibatnya proses oksidasi – reduksi ikut terhenti. Peristiwa tersebut diikuti oleh terhentinya respirasi dan berlangsungnya proses glikolisis anaerobic.

Selanjutnya daging hewan akan mengalami serangkaian perubahan biokimia dan fisiokimia seperti perubahan struktur jaringan otot, perubahan pH, perubahan kelarutan protein, dan perubahan daya ikat air.

  1. Perubahan pH

Setelah hewan mati, metabolisme aerobic tidak terjadi karena sirkulasi darah ke jaringan otot terhenti, sehingga metabolisme berubah menjadi system anaerobic yang menybabkan terbenuknya asam laktat. Adanya penimbunan asam laktat dalam daging menyebabkan turunnya pH jaringan otot. Penurunan pH terjadi karena perlahan-lahan dari keadaan normal (7,2-7,4) hingga mencapai pH akhir sekitar 3,5-5,5. Kecepatan penurunan pH sangat dipengaruhi oleh temperature sekitarnya. Suhu tinggi pH turun akan lebih cepat, demikian pula sebaliknya. Kecepatan penurunan pH akan mempengaruhi kondisi fisik jaringan otot .

  1. Perubahan kelarutan protein

Kelarutan protein dipengaruhi oleh pH, terjadinya ATP dan factor lainnya. Tahap penurunan kelarutan protein dimulai dari saat pre-rigor. Pada saat pre-rigor perubahan kelarutan per-unit pH lebih kecil dibandingkan saat rigor mortis.

  1. Perubahan daya ikat air

Daya ikat air oleh protein dipengaruhi oleh pH dan jumlah ATP. Pada fase pre-rigor daya ikat air masih tinggi, akan tetapi secara bertahap menurun seiring dengan menurunnya nilai pH dan jumlah ATP jaringan otot.

Titik minimal daya ikat air daging bersamaan dengan pencapaian pH terendah pada fase rigor mortis, yaitu antara pH 3,5-5,5, yang juga bertepatan pada titik isoelektrik protein otot. Pada keadaan ini muatan protein berada dalam keadaan seimbang, sehingga meningkatkan ikatan antara gugus molekul, oleh karena itu air yang terperangkap di dalam jaringan protein miofibrilar akan lebih sedikit.

Pada fase rigor mortis dengan habisnya ATP, akan terjadi ikatan yang kuat antara filament aktin dengan myosin yang menyebabkan menyempitnya ruangan peningkatan air. Dengan demikian daya ikat air dengan fase rigor mortis sangat rendah.

Pada fase pasca rigor tidak berarti ada pemecahan ikatan aktin dan myosin. Salah satu teori menyatakan dengan adanya asam laktat menyebabkan penurunan pH otot daging. Dengan menurunnya pH, enzim katepsin menjadi aktif. Enzim ini mendesintegrasi garis gelap z pada miofilamen, menghilangkan daya adhesi antara serabut-serabut otot, dan bersifat proteolitik yang melonggarkan struktur protein serat daging. Akibat dari aktivitas enzim ini daya iakt air akan meningkat lagi.

Format Laporan TA

<JUDUL TUGAS AKHIR>

TUGAS AKHIR

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat

Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Pada

Jurusan Teknik Informatika

oleh :

<NAMA>

<NIM>

<Logo UIN>

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU

PEKANBARU

<tahun sidang>

===================================

<JUDUL TUGAS AKHIR>

TUGAS AKHIR

Diajukan Sebagai Salah Satu Syarat

Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Teknik Pada

Jurusan Teknik Informatika

oleh :

<NAMA>

<NIM>

<LOGO UIN>

FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SULTAN SYARIF KASIM RIAU

PEKANBARU

<tahun sidang>

===========================

LEMBAR PERSETUJUAN

<JUDUL TUGAS AKHIR>

TUGAS AKHIR

oleh:

<NAMA>

<NIM>

<LOGO UIN>

Telah diperiksa dan disetujui sebagai laporan tugas akhir

di Pekanbaru, pada tanggal <tanggal>

Pembimbing I                                                            Pembimbing II

<Pembimbing-1>                                                      <Pembimbing-2>

===========================

LEMBAR PENGESAHAN

<JUDUL TUGAS AKHIR>

TUGAS AKHIR

oleh:

<NAMA>

<NIM>

Telah dipertahankan di depan sidang dewan penguji

Sebagai salah satu syarat untuk memperoleh gelar sarjana Teknik Informatika

Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

di <Tempat Sidang>, pada tanggal <tanggal>

Pekanbaru, <tgl, bulan, tahun>

Mengesahkan

Dekan                                                    Ketua Jurusan

<Nama Dekan> <Nama Ketua Jurusan>

<NIP>                                                                                     <NIP>

DEWAN PENGUJI

Ketua              : <Nama >                              ­­­­­­­­­­­­­­­­­­______________

Sekretaris        : <Nama >                                                                   ______________

Anggota I        : <Nama >                               ______________

Anggota II      : <Nama >                                                                   ______________

Anggota III     : <Nama >                                         _________________

===========================

LEMBAR PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa dalam Tugas Akhir ini tidak terdapat karya yang pernah diajukan untuk memperoleh gelar kesarjanaan di suatu Perguruan Tinggi, dan sepanjang pengetahuan saya juga tidak terdapat karya atau pendapat yang pernah ditulis atau diterbitkan oleh orang lain kecuali yang secara tertulis diacu dalam naskah ini dan disebutkan di dalam daftar pustaka.

Pekanbaru, ……………….

Yang membuat pernyataan,

<Nama mahasiswa>

Halaman ini digunakan untuk menulis lembar persembahan.

Pada halaman ini tuliskan kepada siapa tugas akhir ini ditujukan, atau motto penulis tugas akhir.

=========================

ABSTRACT

Abstract ditulis dalam bahasa Inggris. Bagian abstract ini menjelaskan aspek-aspek umum dari tugas akhir ini secara singkat dan jelas, termasuk tujuan yang ingin dicapai. Panjang abstrak ini tidak boleh boleh lebih dari 200 kata. Dan ditulis dalam satu spasi.

Key word  : adalah kata atau kumpulannya yang menggambarkan pokok dari ungkapan. Kata kunci ini penting digunakan dalam pencarian

==========================

ABSTRAK

Abstrak ditulis dalam bahasa Indonesia. Bagian abstrak ini menjelaskan aspek-aspek umum dari tugas akhir ini secara singkat dan jelas, termasuk tujuan yang ingin dicapai. Panjang abstrak ini tidak boleh boleh lebih dari 200 kata. Dan ditulis dalam satu spasi.

Kata kunci : adalah kata atau kumpulannya yang menggambarkan pokok dari ungkapan. Kata kunci ini penting digunakan dalam pencarian

======================

KATA PENGANTAR

Tuliskan secara ringkas tujuan penulisan tugas akhir, ucapan terima kasih kepada semua pihak yang membantu, dan kata penutup yang berisi harapan-harapan penulis, termasuk penulis menerima kritik dan saran jika terdapat kekurangan.


DAFTAR ISI

LEMBAR PERSETUJUAN …………………………………………………………………………… ii

LEMBAR PENGESAHAN …………………………………………………………………………… iii

LEMBAR PERNYATAAN ………………………………………………………………………….. iv

LEMBAR PERSEMBAHAN …………………………………………………………………………. v

ABSTRACT ………………………………………………………………………………………………… vi

ABSTRAK …………………………………………………………………………………………………. vii

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………………. viii

DAFTAR ISI ……………………………………………………………………………………………….. ix

DAFTAR GAMBAR …………………………………………………………………………………….. x

DAFTAR TABEL…………………………………………………………………………………………. xi

DAFTAR ALGORITMA……………………………………………………………………………… xii

DAFTAR LAMPIRAN ………………………………………………………………………………. xiii

<Daftar isi buku utama tugas akhir>

DAFTAR PUSTAKA …………………………………………………………………………………. xiv

LAMPIRAN


DAFTAR GAMBAR

Daftar gambar ditulis hanya bila gambar yang ada lebih dari 1.

Semua gambar yang ada di buku tugas akhir ini dituliskan pada daftar gambar,tidak termasuk gambar pada lampiran.

Gambar                                                                                                           Halaman

2.1 Gambar A ……………………………………………………………………II-3


DAFTAR TABEL

Daftar tabel  ditulis hanya bila tabel yang ada lebih dari 1.

Semua tabel yang ada di buku tugas akhir ini dituliskan pada daftar tabel, tidak  termasuk tabel pada lampiran.

Tabel                                                                                                               Halaman

2.1 Tabel A ………………………………………………………………………II-7


DAFTAR ALGORITMA

Daftar algoritma  ditulis hanya bila gambar yang ada lebih dari 1.

Semua algoritma yang ada di buku tugas akhir ini dituliskan pada daftar tabel, tidak  termasuk algoritma  pada lampiran.

Algoritma                                                                                                           Halaman

2.1 Algoritma A ……………………………………………………………………II-3


DAFTAR LAMPIRAN

Terdiri dari :

  • DAFTAR ISTILAH
  • DAFTAR SIMBOL
  • DAFTAR LAMPIRAN-LAMPIRAN LAINNYA

Lampiran                                                                                                           Halaman

A.  DAFTAR ISTILAH ……………………………………………………..<no. hal.>

B.  DAFTAR SIMBOL ……………………………………………………..<no. hal.>

C. <judul lampiran> …………………………………………………………<no. hal.>

D. <judul lampiran> …………………………………………………………<no. hal.>

daftar pustaka

Tuliskan semua daftar pustaka yamg ada digunakan dalam pembuatan tugas akhir ini.

LAMPIRAN

Susunan buku tugas akhir :

  1. cover luar (hard cover)
  2. judul dalam
  3. lembar persetujuan
  4. lembar pengesahan
  5. lembar pernyataan
  6. lembar persembahan
  7. abstrak
  8. kata pengantar
  9. daftar isi
  10. daftar gambar
  11. daftar tabel
  12. daftar algoritma
  13. daftar lampiran
  14. daftar isi
  15. isi buku laporan (bab 1-selesai)
  16. daftar pustaka

Kertas pembatas berlogo UIN SUSKA RIAU diletakkan di :

  1. antara abstrak – kata pengantar
  2. antara daftar isi – bab I
  3. antara bab isi tugas akhir
  4. antara bab V dan daftar pustaka
  5. antara daftar pustaka – lampiran.

Kertas buku tugas akhir : A4, 80 gr.

Format buku (samping) :

untk lebh lengkap silakan download dsini..

Takhrij Hadits dari Kitab Imam At-Tirmid…

Takhrij Hadits dari Kitab Imam At-Tirmidzi, Sunan At-Tirmidzi

حدثنا محمود بن غيلان حدثنا ابو داود الطيالسى وابو النضرعن محمد بن طلحة بن مصرف عن زيد عن مرة الهمدانى عن عبدالله عن مسعود قال :قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :  صلاة الوسطى صلاة العصر. (رواه الترمذي(

Terjemahan:

Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, Abu Dawud Ath-Thayalisi dan Abun Nadhr mencertakan kepada kami dari Muhammad bin Thalhah bin Musharrif dari Zaid dari Murrah Al Hamdani dari Abdullah bin Mas’ud berkata: “Rasulullah saw bersabda: “Shalatul wustha (shalat pertengahan) adalah shalat Ashar”.

Hadist ini terdapat dalam kitab Terjamah Sunan At-Tirmidzi, yaitu pada Bab 133, Bab Tentang Shalat Wustha Adalah Shalat Ashar, Dan Ada Yang Mengatakan Shalat Zuhur. Bisa ditemukan dengan nomor hadits 181. halaman 228. Hadits ini dihukumi Hasan Shahih. Ini adalah penjelasan dari Abu Isa, ia berkata bahwa hadits ini adalah hadits hasan shahih.

Syarah singkat:

Judul Kitab / Jilid           : TERJEMAH SUNAN AT TIRMIDZI / Jilid I

Pengarang/Penterjemah : Drs. H. Moh. Zuhri, Dipl, Tafl, dkk.

Penerbit                          : CV. Asy-Syifa’ Semarang

Tahun terbit                    : 1992

No. Bab / BAB              : 133 / Shalat Wustha Adalah Shalat Ashar, Dan Ada Yang Mengatakan Shalat Zuhur

No. Hadits / Halaman    : 181 / 228

Sanad hadits:

رسول الله صلى الله عليه وسلم

عبدالله عن مسعود

مرة الهمدانى

زيد

محمد بن طلحة بن مصرف

ابو داود الطيالسى وابو النضر

محمود بن غيلان

الترمذي

Matan Hadits:

صلاة الوسطى صلاة العصر

By rakyat jelata belajar nge-blog.. Posted in Islam